» Detail Berita

Jumat, 21 Desember 2018 - 10:35:36 WIB
Worksho dan Pendampingan Trauma Pasca Gempa Bumi NTB oleh TIM TRAUMA HEALING PROGRAM STUDI BIMBINGAN
Diposting oleh : deni siregar
Kategori: berita - Dibaca: 97 kali

TERINAGT pada hari ahad, 19 Agustus 2018, pukul 11.10.22 WIB, wilayah Pulau Lombok diguncang gempabumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M=6,5 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=6,3. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,24 LS dan 116,66 BT atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 32 km arah timur laut Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 10 km. Dengan memperhatikan lokasi episenter, kedalaman hiposenter, dan mekanisme sumbernya maka gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault). Mengingat episenternya relatif sama dengan gempabumi M=7,0 yang terjadi pada 5 Agustus 2018 lalu, maka BMKG menyatakan bahwa gempabumi ini merupakan gempabumi susulan (aftershock) dari rangkaian gempabumi yang terjadi sebelumnya.

Hal ini tentunya menyisakan trauma bagi korban yang khawatir akan terjadi gempa susulan. Selain itu juga diliputi kepanikan dan kecemasan, bahkan berujung stres akibat kehilangan keluarga serta harta benda. Ribuan rumah dan fasilitas penting hancur berantakan, di lokasi pusat gempa bumi. Masyarakat lombok terutama anak-anak sekolah sangat cemas dan tidak tenang terus-terusan sehingga masih mengisahkan kesedihan yang mendalam.

Dengan kepedulian Universitas Hamzanwadi Melakukan ikhtiar mulia melalui TIM TRAUMA HEALING BIMBINGAN DAN KONSELING bekerjasam dengan Unit BK karir UPI bandung dan UNTIRTA melakukan workshof dan pendampingan kepada semua guru BK dari tingkat SD sampai SMA. mereka di bina selama 2 hari dan kinjunagn 1 hari di daerah bencana gempa bumi.Tujuan dari kegiatan ini adalah :

1. Memberikan pengetahuan dasar tentang cara pemulihan trauma

2. Memberikan pengetahuan dan keterampilan pembuatan game bagi siswa yang trauma

3. Memahamkan guru BK untuk mengatasi kecemasan siswa dan lain sebagainya.



Berita Terkait

    Ke Atas