» Detail Berita

Rabu, 11 Mei 2016 - 16:13:52 WIB
MAGANG KE BELANDA DAN MALAYSIA
Diposting oleh : admin
Kategori: Pengumuman - Dibaca: 514 kali

Program studi Bimbingan dan konseling STKIP Hamzanwadi Selong kini semakin berbenah demi mensejajarkan diri dengan program studi dengan kampus terkenal di dunia. Mahasiswa Bimbingan dan Konseling kini mengirim 1 delegasi untuk magang ke Windesheim 

STKIP Hamzanwadi Selong menindaklanjuti salah satu program kerjasama dengan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) melalui program Students Exchange. Pagi ini, Rabu, 23 Maret 2016 Wakil Ketua Bidang Akademik, Dr. Khirjan Nahdi, M.Hum melepas 19 mahasiswa dan 2 dosen pendamping yang mengikuti program Students Exchange tersebut. Beliau berpesan kepada mahasiswa bahwa kalian tidak hanya merupakan Duta kampus, namun kalian juga merupakan Duta Lombok, NTB, bahkan duta negara. Oleh karena itu, kalian harus mampu menyerap pengetahuan baru untuk pengembangan dan peningkatan kualitas kita dan mempromosikan daerah kita kepada mereka.

Selain itu, Dr. Khirjan berpesan, taati aturan yang berlaku di Malaysia khususnya di UTM, walaupun kita serumpun dengan Malaysia namun ada beberapa budaya yang tidak sama dengan kita. Oleh karena itu, kalian harus bisa berkolaborasi dengan semua warga di Malaysia tidak terkecuali dengan mahasiswa internasional yang berasal dari negara lainnya. Di akhir sambutannya, beliau berpesan agar mahasiswa menjaga kesehatan sehingga tanggal 6 April mendatang kampus akan menerima kalian dalam keadaan sehat.

Program magang ini akan dilaksanakan selama 14 hari, 23 Maret - 6 April 2016. Berbagai agenda sudah disiapkan oleh pihak UTM,  diantaranya adalah international class orientation, campus orientation, visit Indonesian Embassy, teaching practice at some schools, sosial/community service, teaching pedagogy, meeting with Indonesian Student Society, international class, cultural performance, dan lain-lain.

Pak Muhammad Halqi, M.Pd. dan M. Junaidi Marzuki, M.Ed yang menjadi dosen pendamping program ini menyatakan bahwa mahasiswa sudah dibekali dengan berbagai softskill, mulai dari culture understanding, pemantapan akademik, dan hal-hal lain yang dibutuhkan selama magang di Malaysia. Semoga kami bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk bisa belajar dari UTM, tegas mereka.

 



Berita Terkait

Ke Atas